Jadwal Renang SMP Negeri 1 Gresik Semester Genap(2) th 2017

jadwal-aquatik-semester-genap-2-th-2017

Dara Intan aln

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Mau Dibawa Kemana Arah Pendidikan Kita ini ?

elsy41.jpg

Elsy Diandasari@aln.com

Tanggapan Mendikbud Soal Batalnya Moratorium Ujian Nasional

JAKARTA, (PR).- Rencana moratorium Ujian Nasional yang dicanangkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan gagal terlaksana. Hal ini setelah Presiden RI Joko Widodo memutuskan Ujian Nasional (UN) 2017 tetap diadakan.

Kepastikan tersebut merupakan hasil Rapat Terbatas Kabinet yang membahas Ujian Nasional di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin 19 Desember 2016. Terkait gagalnya rencana moratorium UN, Muhadjir yang ditemui usai rapat enggan memberi penjelasan.

Padahal, biasanya menteri yang berkaitan dengan topik yang dibahas ikut menyampaikan hasil rapat terbatas melalui keterangan pers bersama Seskab. Muhadjir justru langsung meninggalkan Kantor Presiden.

“Tanyakan ke Seskab, tadi sudah dijelaskan Seskab. Karena sudah diputuskan, Seskab yang menyampaikan. Saya kan pembantu presiden,” katanya saat dikejar para jurnalis.

Setelah arahan presiden untuk tetap melanjurkan Ujian Nasional, Kemendikbud bergegas untuk menyiapkan pelaksanaan UN 2017. Muhadjir mengaku yakin, pemerintah masih dapat menyelesaikan tender UN 2017 dengan sisa waktu yang ada. “Insya Allah,” katanya.

Sebelumnya Muhadjir berencana akan menghentikan sementara (moratorium) pelaksanaan ujian nasional.Rencana tersebut berdasarkan hasil kajian terkait pelaksanaan UN selama ini. Terdapat delapan alasan mengapa moratorium UN perlu dilakukan, yang disampaikan Mendikbud pada presiden beberapa waktu lalu. Sebelum akhirnya Presiden memutuskan UN tetap harus dilaksanakan.***

Pendidikan merupakan hal terpenting untuk masa depan, pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk sebuah perubahan dan pembangunan ke arah perkembangan yang maju. Tuntutan zaman lah yang membuat sebuah pendidikan harus lebih berkembang. Pendidikan yang membuat negara lebih berkembang, karena dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Tanpa pendidikan semua tak akan sesuai dengan keinginan manusia pada hakikatnya untuk lebih maju dan berkembang. Namun pada dasarnya pendidikan di Indonesia tidak seperti yang diharapkan bangsa pada umumnya. Seperti yang telah kita ketahui, kualitas pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Hal ini terbukti dari kualitas guru, sarana belajar, dan murid-muridnya. Guru-guru tentuya punya harapan terpendam yang tidak dapat mereka sampaikan kepada siswanya. Memang, guru-guru saat ini kurang kompeten. Banyak orang yang menjadi guru karena tidak diterima di jurusan lain atau kekurangan dana. Guru-guru lama yang sudah lama mendedikasikan dirinya menjadi guru. Selain berpengalaman mengajar murid, mereka memiliki pengalaman yang dalam mengenai pelajaran yang mereka ajarkan. Belum lagi masalah gaji guru. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun. Impian menjadi bangsa yang cerdas sangat jauh dari yang di harapkan bangsa. Pada dasarnya pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pendidik (dosen, guru, instruktur, dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna. Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Karena perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Namun selama ini, banyak pendapat beranggapan bahwa pendidikan dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia. Tidak peduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu jugalah yang menyebabkan efektifitas pengajaran di Indonesia sangat rendah. Setiap orang mempunyai kelebihan dibidangnya masing-masing dan diharapkan dapat mengambil pendidikaan sesuai bakat dan minatnya bukan hanya untuk dianggap hebat oleh orang lain. Bahkan pendidikan lebih diarahkan pada menyiapkan tenaga kerja “buruh” saat ini. Bukan lagi pemikir-pemikir handal yang siap menganalisa kondisi. Karena pola pikir “buruh” lah, segala macam hapalan dijejalkan kepada anak murid. Dan semuanya hanya demi satu kata surat kelulusan yang diperlukan untuk mencari pekerjaan. Sangat minim idealisme untuk mengubah kondisi bangsa yang morat-marit ini, sangat minim untuk mengajarkan filosofi kehidupan, dan sangat minim pula dalam mengajarkan moral. Sangat miris melihat pendidikan di Indonesia saat ini, dengan biaya yang mahal namun fasilitas yang di berikan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Terlebih masih banyak masyarakat Indonesia yang minim pendidikan karena harus memikirkan bagaimana caranya dengan terus bersekolah namun tak ada biaya. Biayalah yang menjadi masalah orang-orang saat ini untuk menyekolahkan anaknya. Karena mahalnya biaya membuat banyak anak bangsa yang putus sekolah.

Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang kadang berkedok. Namun pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan. Karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. Sungguh realita yang membuat bangsa ini menjadi terpuruk. Nepotisme terjadi dimana-mana tanpa memikirkan nasib sesungguhnya anak bangsa yang ingin maju dan berkembang Jadi bagaimanakah pendidikan yang harus di terapkan di Indonesia jika seperti ini adanya? masih banyak masalah pendidikan yang lain yang harus di benahi pemerintah. perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau.

k. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten. Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul pertanyaan. Dampak itu semua tentu saja membuat prestasi siswa menjadi menurun bahkan tidak menjadi anak yang berprestasi, bagaimana bangsa Indonesia ini akan maju apabila sistem pendidikan nya pun tidak seperti yang diharapakan. Keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah.

Menurut Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004), siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat. Sungguh sangat prihatin melihat keadaan pendidikan saat ini. Negara kita jauh tertinggal oleh negara-negara lain yang lebih berkembang. Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, secara garis besar ada dua solusi yang dapat diberikan yaitu pertama, solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme, yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan. Kedua, solusi teknis yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa, yaitu dengan cara guru dan muridnya harus seimbang, di berikannya guru yang bagus untuk siswa, dengan kehadiran guru yang baik untuk siswanya tentu saja siswa harus menjalankan misi gurunya dengan belajar yang sungguh-sungguh agar pencapain menjadi anak yang cerdas, maju dan berkembang serta dapat mencerdaskan kehidupan bangsa..

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Prihatin terhadap ormas yang selalu bikin onar dibumi Indonesia ini

rere

Apa maunya Ormas-ormas yang selalu gaduh dinegara Indonesia ini , apalagi membawah atribut putih-putih , saya sebagai Orang Islam malu melihatnya , apalagi demo besar-besaran , dulu zaman Buyah hamka tak ada seperti itu. Apalagi Zaman Presiden Soeharto .

Era sekarang ini tak paham arti Manusia Hidup.

Saya hanya sedikit mengulas apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia ?

ind_m_purpose-of-life-landingpage

1. Kata pengantar dari tujuan-tujuan hidup atau arti hidup

Kerap kali kita mendengar pertanyaan klise tentang ‘Apa arti dari hidup?’ atau ‘Apakah tujuan hidup itu?’ atau ‘Kenapa kita dilahirkan? Dalam kebanyakan kasus, kita memiliki agenda masing-masing tentang apa yang menjadi tujuan-tujuan dalam hidup kita. Namun dari sudut pandang spiritual, terdapat dua alasan dasar tentang mengapa kita dilahirkan. Alasan-alasan inilah yang mendefinisikan tujuan hidup kita yang paling mendasar. Tujuan-tujuan ini adalah:
Untuk menyelesaikan akun memberi-dan-menerima (hutang karma) yang kita miliki dengan berbagai orang.
Untuk membuat kemajuan spiritual dengan tujuan akhir bersatu dengan Tuhan dan dengan demikian keluar dari siklus kelahiran dan kematian.

2. Menyelesaikan akun memberi-dan-menerima (karma) kita

Dalam kehidupan-kehidupan, kita mengakumulasi banyak akun-akun memberi-dan-menerima yang merupakan hasil langsung dari perbuatan dan tindakan kita. Akun-akun tersebut mungkin berupa positif atau negatif, tergantung sifat positif-negatif dari tindakan-tindakan kita tersebut. Pada hakekatnya, dalam era masa sekarang ini sekitar 65% dari kehidupan kita telah ditakdirkan (tidak berada dalam kendali kita) dan 35% dari kehidupan kita diatur oleh kehendak bebas kita sendiri. Semua peristiwa-peristiwa besar dalam hidup kita telah ditakdirkan. Peristiwa-peristiwa ini termasuk kelahiran kita, keluarga di mana kita dilahirkan, pasangan hidup yang kita nikahi, anak-anak yang kita miliki, penyakit serius dan waktu kematian kita. Kebahagiaan dan rasa sakit yang kita berikan dan terima dari orang-orang yang kita cintai dan kenali merupakan bentuk sederhana dari kasus akun-akun memberi-dan-menerima sebelumnya yang mengarahkan bagaimana hubungan-hubungan antar manusia terungkap

ind_m_accumulated-account-and-des

Bagaimanapun, takdir kita dalam kehidupan saat ini hanyalah merupakan sebagian kecil dari akumulasi akun memberi-dan-menerima yang telah kita kumpulkan dalam banyak kehidupan

Dalam kehidupan kita, sembari kita menyelesaikan akun memberi-dan-menerima serta takdir yang diperuntukkan untuk kelahiran kita kali ini, pada saat yang sama kita juga akhirnya membuat lebih banyak akun-akun dengan bertindak/berkehendak bebas. Hal ini pada akhirnya ditambahkan ke dalam keseluruhan akun memberi-dan-menerima, yang dikenal sebagai akun akumulasi. Sebagai hasilnya, kita harus terlahir kembali untuk melunasi akun-akun memberi-dan-menerima lebih lanjut dan terjebak dalam siklus kelahiran dan kematian.

Lihat ke artikel tentang ‘Pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian’ karena ini menjelaskan bagaimana kita terjebak dalam siklus kelahiran dan kematian.

3. Membuat kemajuan spiritual (tujuan hidup atau arti hidup sesungguhnya)
Tingkat pencapaian spiritual samashti mengacu pada tingkat spiritual yang dicapai melalui latihan spiritual demi kepentingan masyarakat (samashti sādhanā), sedangkan latihan spiritual vyashti mengacu pada tingkat spiritual yang dicapai melalui latihan spiritual individu (vyashti sādhanā). Dalam waktu saat ini, kemajuan spiritual demi kepentingan masyarakat prioritasnya 70%, sedangkan latihan spiritual individu prioritasnya 30%.

Puncak perkembangan spiritual pada semua Jalan Spiritual adalah menyatu dengan Tuhan. ‘Menyatu’ dengan Tuhan berarti mengalami Kesadaran Tuhan di dalam diri kita dan di sekitar kita serta tidak mengidentifikasi diri dengan panca indera, pikiran dan intelek. Penyatuan ini terjadi pada tingkat kesadaran spiritual 100%. Kebanyakan orang di dunia saat ini berada pada tingkat kesadaran spiritual 20-25% dan enggan melakukan suatu latihan spiritual untuk mengembangkan spiritualitasnya. Mereka juga mengidentifikasikan diri mereka dengan panca indera, pikiran dan intelek. Hal ini tercermin dalam kehidupan kita dimana fokus utama kita terletak pada penampilan kita atau bersikap sombong tentang kepintaran atau kesuksesan kita.

Dengan melakukan latihan spiritual, ketika kita tumbuh ke tingkat kesadaran spiritual 60% (samashti) atau 70% (vyashti), kita terbebas dari siklus kehidupan dan kematian. Setelah tingkat kesadaran spiritual tersebut, kita dapat melunasi apapun yang tersisa dari akun memberi-dan-menerima kita dari alam-alam non-fisik/halus Mahārlok ke atas. Namun terkadang, orang-orang di atas tingkat pencapaian spiritual 60% (samashti) atau 70% (vyashti) bisa saja memilih untuk dilahirkan kembali di Bumi untuk membimbing umat manusia dalam Spiritualitas.

ind-spiritual-level-and-liberation

Pertumbuhan spiritual hanya mungkin terjadi melalui latihan spiritual yang sesuai dengan enam prinsip dasar spiritualitas. Jalan-jalan spiritual yang tidak sesuai dengan keenam prinsip dasar tersebut bisa jadi menyebabkan stagnasi dalam pertumbuhan spiritual seorang individu.

Lihat ke artikel tentang Pentingnya alam Bumi (fisik) dalam latihan spiritual dibandingkan dengan alam spiritual lainnya seperti Surga dan Neraka.
4. Apa yang dimaksud dalam hal ini mengenai arti/tujuan hidup kita?

Sebagian besar dari kita memiliki tujuan hidup/arti hidup masing-masing. Tujuan-tujuan hidup ini mungkin menjadi seorang dokter, menjadi kaya dan terkenal atau mewakili negara dalam bidang tertentu. Apapun tujuannya, bagi sebagian besar dari kita, banyak tujuan tersebut lebih dominan bersifat duniawi. Sistem-sistem pendidikan kita yang ada telah tertata untuk membantu kita mengejar tujuan-tujuan duniawi itu. Sebagai orang tua kita juga menanamkan tujuan hidup duniawi yang sama pada anak-anak kita dengan mendorong mereka untuk belajar dan masuk dalam profesi-profesi yang memberikan mereka manfaat keuangan lebih banyak dibandingkan dengan profesi kita sendiri.

Seseorang mungkin bertanya, “Bagaimana tujuan-tujuan hidup duniawi ini bisa sejalan dengan tujuan hidup spiritual dan alasan untuk kelahiran kita di Bumi?”

Jawabannya cukup sederhana. Kita berjuang untuk tujuan-tujuan duniawi terutama karena mencari kepuasan dan kebahagiaan. Upaya untuk mencapai ‘kebahagiaan puncak dan kekal’ tersebut pada hakekatnya merupakan apa yang mendorong semua tindakan kita. Namun, setelah kita mencapai tujuan-tujuan duniawi kita, kebahagiaan dan kepuasaan yang dihasilkan hanya bertahan sebentar saja, kemudian kita mengejar mimpi selanjutnya untuk diraih.

‘Kebahagiaan yang puncak dan kekal’ hanya dapat dicapai melalui latihan spiritual yang sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual. Wujud kebahagiaan tertinggi yaitu Bliss (Kebahagiaan Hakiki) merupakan aspek dari Tuhan. Ketika kita bersatu denganNya, kita pun merasakan Bliss yang terus menerus.

Ini bukan berarti bahwa kita harus meninggalkan apa yang kita lakukan dan hanya fokus pada latihan spiritual. Apa yang dimaksud adalah hanya dengan melakukan latihan spiritual bersamaan dengan kehidupan duniawi, barulah kita dapat mengalami kebahagiaan yang puncak dan kekal dalam arti sebenarnya. Manfaat-manfaat dari latihan spiritual telah kita diskusikan secara terperinci dalam bab tentang ‘Penelitian spiritual untuk kebahagiaan yang kekal’

Singkatnya, semakin tujuan-tujuan hidup kita berselaras dengan tujuan perkembangan spiritual, semakin hidup kita menjadi kaya dan semakin sedikit rasa sakit yang kita alami dari hidup ini. Berikut ini adalah contoh dari bagaimana pandangan dalam tujuan hidup kita berubah sejalan dengan berkembang dan matangnya kita secara spiritual.

ind_m_arti_tujuan_hidup

5. Contoh dari bagaimana kehidupan duniawi dapat selaras dengan tujuan-tujuan spiritual

Di SSRF, kami memiliki sejumlah relawan yang melayani Tuhan dengan mempersembahkan waktu dan pengalaman kerja mereka. Contohnya:
Salah satu anggota kami adalah seorang konsultan IT dan menjalankan aspek-aspek teknikal dari situs SSRF pada saat waktu luangnya.
Salah satu anggota dari tim redaksi adalah seorang psikiater dan membantu dalam memeriksa informasi yang dimuat dalam situs SSRF dari sudut pandang arti medis dan spiritualnya.
Anggota SSRF lainnya bepergian ke negara-negara berbeda saat bekerja. Dia mengunakan waktu luangnya untuk memberitahu organisasi-organisasi dengan visi sama di negara itu tentang situs SSRF.
Ibu rumah tangga membantu menyiapkan hidangan ringan untuk pertemuan-pertemuan spiritual.

Pencari Tuhan dari SSRF telah melihat suatu lompatan perubahan positif dalam kehidupan mereka ketika mereka mulai menaburkan spiritualitas dalam kehidupan mereka. Salah satu perbedaan utama tersebut adalah peningkatan dalam kebahagiaan dan berkurangnya kesedihan. Walaupun ketika anggota-anggota SSRF menghadapi sebuah situasi yang seharusnya menyakitkan atau traumatis, mereka mendapatkan pengalaman telah terlindungi dari rasa sakit tersebut.

6. Apa yang salah dengan dilahirkan lagi dan lagi?

Terkadang orang berpikir, “Apa yang salah dengan dilahirkan lagi dan lagi?”

Saat kita masuk lebih jauh ke Kaliyug (Era Perselisihan), yaitu era sekarang dari Alam Semesta, sebagian besar kehidupan akan semakin dipenuhi dengan permasalahan dan rasa sakit. Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa di seluruh dunia, rata-rata manusia hanya merasa bahagia 30% sepanjang waktunya, sedangkan 40% dari waktunya ia merasakan ketidakbahagiaan. Sisa 30% dari waktunya, seseorang tersebut berada dalam kondisi netral di mana ia tidak mengalami kebahagiaan maupun ketidakbahagiaan. Misalnya, ketika seseorang sedang berjalan di jalan raya atau mengerjakan tugas-tugas remeh lainnya, ia tidak memiliki pemikiran pemikiran bahagia atau tidak bahagia.

Alasan utama untuk hal ini adalah karena kebanyakan orang berada pada tingkat kesadaran spiritual yang lebih rendah. Maka dari itu, keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan kita sering kali memberikan rasa sakit pada orang lain atau meningkatkan raja dan tama dalam lingkungan. Sebagai hasilnya, kita akhirnya mengumpulkan karma atau akun memberi-dan-menerima negatif. Oleh sebab itu untuk sebagian besar umat manusia, kelahiran-kelahiran selanjutnya akan lebih menyakitkan dibandingkan kehidupan saat ini.

Sementara dunia telah membuat langkah-langkah besar dalam kemajuan ekonomi, pengetahuan ilmiah dan teknik, kenyataannya kita lebih miskin dibandingkan generasi-generasi sebelumnya dalam hal kebahagiaan yang merupakan tujuan paling dasar dalam kehidupan kita.

Mengingat bahwa kita semua menginginkan kebahagiaan; faktanya kelahiran kembali dan kehidupan masa depan kita tidak akan memberikan kebahagiaan puncak dan kekal yang kita inginkan. Hanya evolusi spiritual dan bersatu dengan Tuhan akan memberikan kita kebahagiaan yang berkesinambungan dan abadi.

TEMPAT YANG HANYA MILIK-MU
Oleh Irfa Erfianah

Bukan kepalsuan yang ku mau
Bukan kesemuan yang ku butuhkan
Hanya sebuah tempat
Yang bisa terima hinanya aku

Ku temukan itu di Sisi-Mu
Terlihat dalam Agung NamaMu
Tempat terindah yang hanya Milik-Mu
Tempat terindah yang hanya di SisiMu

Tempat yang bisa terima kotornya aku
Yang beri bahagia dalam ketenangan
Sungguh kepalsuan tiada padanya
Kesemuan pun mustahil ada padanya

Wahai Dzat Penggenggam Jiwa
Jiwa-jiwa hidup dan jiwa-jiwa mati
MerinduMu dalam lembar penghambaan
Berharap diterima di tempat yang hanya MilikMu.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Pentingnya Internet dalam Dunia Pendidikan- Mencari dan Berbagi Ilmu di Internet

Mr.Alen MArlis

SMP NEGERI  1 GRESIK JAWA TIMUR

lab_it1.png

Sahabat Pembaca, dewasa ini semua pengguna internet, khususnya Orang Indonesia tengah ketagihan dan banyak juga yang menjadi manja dengan internet. Nyaris semua kebutuhan tentang informasi maupun ilmu tak lepas dari internet. Apa saja yang kita anggap perlu info atau referensi dari internet maka saat itu juga mencari di internet. Kebutuhan manusia akan info dari internet sudah lama terasa menjadi kebutuhan pokok manusia sebagaimana kebutuhan pokok pendidikan. Dari kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengakses internet dalam mencari info/ilmu ini memunculkan senjata pamungkas baru jika seseorang buntu dalam menyelesaikan tugas atau apa yang menjadi kebutuhan akan informasinya, senjata baru itu adalah “Tanya Mbah Google” dan “Cari di Internet”.

Saat ini “Mbah Google” merupakan salah satu sumber ilmu dan  gurunya manusia sejagat raya ini. Kemudian yang perlu kita cermati antara lain sebagai berikut :

  • Dengan siapa mbah Google bekerja sama dalam menyediakan/mewujudkan/menciptakan/membangun/menjaga Perpustakaan Raksasa Dunia?
  • Seimbang kah antara pencari ilmu/info dengan yang berbagi?
  • Apakah kita sudah ikut ambil bagian sebagai penyumbang ilmu?
  • Bagaimana cara mengajak generasi muda agar ikut berpartisipasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Melek ( Tidak Buta ) Internet?
  • 1.   Kerjasama Google dengan Admin Web/Blog ( Blogger )
    Sebenarnya mesin pencari bukan hanya Google karena ada yahoo, bing, dan kawan-kawan. Namun karena Google yang lebih tua maka pada artikel ini biar lebih enak saya pakai istilah Google saja. Kerjasama mbah Google dengan Blogger merupakan kekuatan yang cocok dalam membangun dan menyediakan info/ilmu.

    Google sebagai penyedia segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis perangkat lunak dan lain-lain, sedangkan Blogger merupakan penyaji/penyumbang ilmu.

    Dalam hal penyaji info terkini, kendalinya dipegang oleh web berita online yang dalam hal ini yang berperan adalah para Wartawan yang setiap hari gigih dalam menyajikan infonya lewat majalah berita onlinenya seperti majalah berita online: detik.com, kompas.com, liputan6.com, tribunnews.com, suara.com, merdeka.com, viva.co.id, kapanlagi.com, kompasiana.com, okezone.com, jpnn.com, republika.co.id, metrotvnews.co, tempo.co, dan lain sebagainya.

  • Dalam hal keilmuan, banyak pemilik web/blog yang disebut Admin ataupun sering disebut Blogger yang dengan penuh semangatnya menyumbangkan opini/gagasan/ilmunya dengan cara berbagi di web/blognya masing-masing. Motivasi keilmuan para Blogger mayoritas lebih tinggi daripada motivasi bisnis/ekonominya, walaupun saat ini nyaris tak ada web/blog yang tidak menampilkan iklan.

    Mengapa di web/blog mayoritas ada iklan yang lewat?. Sebenarnya saya yakin Anda sudah mengetahui alasan tentang hal ini. Namun tidak ada salahnya saya sampaikan juga di halaman blog ini. Seperti  kita ketahui bersama bahwa ada berbagai jenis website/blog seperti web sekolah, web perusahaan, web instansi, web pribadi, dan lain-lain.

    Untuk web resmi suatu instansi dan perusahaan tentunya mayoritas webnya tanpa iklan karena biaya operasionalnya ditanggung oleh organisasi/instansi/perusahaan tersebut. Namun untuk web personal mayoritas bekerja sama dengan dunia iklan karena demi lancarnya keberhasilan web.

    Di mana biaya operasional web/blog tentunya tidak sedikit. Mungkin pada awal-awal merebaknya internet masih banyak pemilik blog yang dengan semangatnya berbagi ilmu tanpa memasang iklan, akan tetapi waktu itu biaya operasional ngeblog didapatkan oleh Blogger melalui tombol “Donasi”, jadi para pengguna internet pun banyak yang dengan ikhlas memberi sumbangan kepada para Blogger.

  • 2. Seimbang kah antara jumlah pencari ilmu dengan yang berbagi ilmu ?
  • Sebagaimana yang telah saya singgung di atas bahwa masayarakat Indonesia sudah banyak yang manja dengan internet atau dengan mbahnya yaitu mbah Google. Mislanya, para pelajar mencari referensi untuk menyelesaikan tugasnya di internet, para Guru mencari referensi yang akan disampaikan kepada siswanya di internet, dan banyak orang yang mencari info/ilmu tentang apa pun di internet.
  • Ya internet memang cukup sakti, di mana banyak hal yang bisa didapatkan lewat internet. Namun apakah kita selamnya akan menjadi pencari?, tentunya tidak kan?, kalau semuanya inginnya mencari, kapan dong dunia keilmuan Indonesia akan berkembang?.

    Sahabat Pembaca, jika anatara pencari dan penyaji ilmu di internet tidak seimbang maka yang terjadi adalah semakin banyaknya pembahasan yang sama antara blog satu dengan lainnya. Hal demikian bisa jadi memang dalam suatu penyajian dituntut sama karena pakemnya begitu, tapi anehnya ada juga isi artikel yang sama persis ( mungkin hasil copas/plagiat).

  • 3. Apakah kita sudah ikut ambil bagian sebagai penyumbang ilmu di internet ?
    He he, maaf pertanyaan di atas boleh dijawab dan boleh tidak. Misalkan Anda berkenan menjawab, jawab lah dalam hati saja, jika berkenan ditulis silakan tuliskan di kolom komentar.

    Sahabat, saya yakin Anda memiliki keahlian pada suatu disiplin ilmu tertentu, jadi sebaiknya jika Anda saat ini belum memiliki web/blog sebagai sarana menyumbangkan ilmu kepada orang lain lewat internet, sebaiknya Anda mulai ikut sebagai penyumbang ilmu.

    Anda tidak perlu biaya operasional yang banyak untuk berbagi ilmu karena bisa menggunakan/membuat blog gratisan dengan domain blogspot.com, wordpress.com, dan lain-lain. Silakan baca Cara Mudah Membuat Blog Gratisan.

    Jika kita mau berbagi kepada orang lain tentang ilmu yang tentunya bermanfaat, saya yakin ilmu yang kita bagikan tersebut tidak akan berkurang, bahkan semakin banyak ilmu yang kita bagikan maka semakin luas dan dalam juga ilmu kita.

  • 4. Bagaimana cara mengajak generasi muda agar ikut berpartisipasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Melek ( Tidak Buta ) Internet?
    Generasi muda merupakan Aset Bangsa yang sangat berharga. Jika generasi muda banyak yang bersemangat dan mau menyumbangkan ilmunya, dalam hal ini lewat internet maka memperkaya ilmu di  Perpustakaan Online Indonesia sehingga secara langsung maupun tak langsung akan bermanfaat dalam menumbuhkembangkan prestasi pendidikan di Indonesia
  • Kemudian bagaimana cara mengajaknya?, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengajak generasi muda agar aktif berbagi ilmu lewat internet yaitu dengan menulis artikel di blog ( bagi yang sudah memiliki web/blog). Cara lain sebenarnya banyak banget seperti berbagi tulisan yang sifatnya mengajak di media sosial seperti facebook, twitter, dan lain-lain
  • Cara mengajak secara offline juga bisa kita lakukan. Misalnya dengan memberi sosialisasi kepada generasi muda di oragnisasi Karang Taruna, mengajak kepada siswa/mahasisa ( bagi Guru/Dosen ), dan cara lainnya.

    Demikian sekilas tentang Pentingnya Internet bagi Dunia Pendidikan yang berjudul “Mencari dan Berbagi Ilmu di Internet”-Tanya Mbah Google. Semoga artikel ini bermanfaat

  • images
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PENILAIAN UTS PJOK KI-4 KLS 7

penilaian-uts-ki-4-kls-7

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PENILAIAN UTS PJOK KI-3 KLS 7

penilaian-uts-ki-3-kls-7

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

LAPORAN PENILAIAN KINERJA PENDIDIKAN JASMANI,OLAHRAGA,DAN KESEHATAN TAHUN PELAJARAN 2016 – 2017 SMP NEGERI 1 GRESIK

images

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar