BEDAH PENJASORKES

                                                 PARADIGMA BARU

                                        ISTILAH  PENJASORKES

Dalam KTSP mempunyai pengertian sebagai berikut :

Penjas > Mencerminkan proses pembelajaran yang mengedepankan                                      kebugaran jasmani peserta didik, bukan merupakan kecabangan                            ( Skill Oriented ).

Olahraga > Mencerminkan target pencapaian prestasi peserta didik yang                                 bisa dikembangkan melalui kegiatan pengembangan diri/                                         ekstra kurikuler.

Kesehatan > Mencerminkan penampilan / performance dan  perilaku                                           hidup sehat peserta didik dalam  kehidupan sehari – hari.

                                         PENJAS ORKES DI SEKOLAH 

                           UNTUK  PRESTASI  ATAU KEBUGARAN ?
CATATAN :
Berdasarkan Undang –Undang RI No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistim Keolahragaan Nasional ( SKN ) Pasal 1 ayat 11 menyatakan : Bahwa Pendidikan JasmaniOlahraga dan Kesehatan dilaksanakan sebagai bagian dari proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan,Kepribadian,Ketrampilan, kesehatan dan Kebugaran jasmani. artinya selain aspek fisik,masih ada target lain yang harus dicapai. yaitu > Pengetahuan , Kepribadian, Ketrampilan, dan kesehatan.para ahli telah membuktikan bahwa hanya Guru Penjas orkes berkomponen yang mampu mewujudkan fungsi ideal Penjasorkes disekolah. untuk pemenuhan kebutuhan Guru,sarana dan prasarana,serta kegiatan lomba kegiatan Pejasorkes disatuan pendidikan , Pasal 18 UU SKN Mengamanatkan pada setiap satuan Pendidikan untuk menyiapkan guru olahraga dan pembantunya,prasarana dan sarana olahraga pendidikan sesuai dengan tingkat kebutuhan,dan dapat melakukan kejuaraan olahraga sesuai dengan taraf pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara berkala antar satuan pendidikan setingkat.kejuaraan olahraga seperti Itu bisa dilanjutkan pada tingkat Daerah, Wilayah ,Nasional, dan Internasional. Anak didik yang diharapkan Guru Penjasorkes cukup bervariasi. Ada yang masih benci kegiatan berkeringat,ada yang berkebutuhan khusus,ada pula yang berbakat dibidang olahraga. Semua harus mendapat manfaat dari dalam mata pelajaran Penjasorkes . Mereka diharapkan menikmati hasil belajar mampu proses belajar yang berarti untuk mereka pada hari ini maupun masa depan,terutama peserta didik berbakat perlu diberi kegiatan intra yang sesuai dengan levelnya dan kegiatan ekstra yang memungkinkan dia bisa mewujudkan prestasinya. Depdiknas didalam renstra (rencana strategis) nya bertekad untuk mewujudkan insan indonesia yang cerdas,komprehensip dan kompetitif pada tahun 2025 khusus cerdas Kinestetis (kemampuan gerak / olahraga) akan dicapai melalui peningkatan kualitas jasmani
(Universitas Surabaya, SUROTO, PhD).
Ketiga istilah tersebut mengakomodir kualifikasi para Guru Pendidikan Jasmani yang berasal dari tiga jurusan / program studi yang berbeda di FKIK / FPOK / STO yaitu :

Jurusan Pendididkan Olahraga dan Kesehatan / Orkes/ Dikjasor

Jurusan Pendidikan Kepelatihan / Olahraga Kepelatihan

Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekresai/ Olahraga Sosial/      

      Olahraga Kesehatan Rekreasi

Sehinggah apabila kualifikasi merupakan prasyarat sertifikasi Guru maka para lulusan ketiga jurusan diatas bisa diakui sesuai dengan jurusan masing – masing .

                                       METODE PEMBELAJARAN
                                                 MATA PELAJARAN

     PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA DAN KESEHATAN

1. DEMOSNTRASI : Peragaaan gerak langsung  Oleh pendidik

2. CAKUPAN ( INCLUSI) : Metode yang menceritakan  tentang tehnik                                                                       gerakan secara  berangkai dan berurutan,
                                                            dimulai dari tehnik yang  termuda sampai                                                                         mencapai  yang tersulit, sampai mencapai
                                                            hasil akhir yang sesuai

CONTOH : – Rangkaian gerak roll / berguling- Rangkaian gerak                                                         passing ,menendang dsb.

3. PART AND WHOLE : Bagian per bagian utuk keseluruhan

    CONTOH :

    AQUATIK : ~ Dianjurkan :
                               ~ Latihan gerakan tangan
                               ~ Latihan gerakan napas
                               ~ Setelah semua dilakukan baru  koordinasi  gerakan.

4. RESIPROCAL ( TIMBAL BALIK ) ;
 Guru bukan merupakan satu-satunya nara sumber belajar.
 Guru bisa memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menjadi tutor   sebaya bagi teman-temannya, utamanya dalam penyampaian materi motorik yang tidak dapat/ susah dilakukan oleh guru ( karena usia, postur tubuh dan sebagainya )
 Peserta didik bisa terlibat sebagai pengamat ( observer ) temannya yang  sedang melakukan unjuk kerja (psikomotor)

5. BELAJAR TUNTAS
      Metode ini mengkombinasikan beban pembelajaran dengan 1 x tatap  

      muka diharapkan sudah tuntas penilaiannya, sehingga sudah dapat 

     diperoleh hasil peserta didik yang termasuk kategori:
   a. Remidial
   b. Pengayaan

Iklan

Tentang alenmarlis

i am as education curriculum developers team
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s