Bagaimana cara yang tepat mendidik anak

Bagaimana cara yang tepat dalam mendidik anak? Pertanyaan itu adalah paling dasar ingin diketahui orang tua, calon orang tua dan yang berkecimpung di pendidikan anak.

Praktisi terkenal Ayah Edy menilai dalam mendidik anak pada saat ini prakteknya masih dilakukan dengan cara tradisi turun temurun. …Caranya dengan mempraktekkan apa yang telah diterima oleh pengajar ketika masih anak-anak.

Para pengajar berfikir dengan cara itu hasilnya juga baik dengan merujuk pada diri sendiri. Tetapi kadang kala, cara mendidik anak seperti ini tak jarang buntu terutama saat menemui kondisi atau keadaan yang tidak ditemukan di masa dulu.

“Contoh yang gampang adalah serbuan produk teknologi tinggi seperti telepon selular, komputer, dan konsol game. Produk-produk tersebut adalah produk hasil teknologi baru yang tentu saja bahkan tidak pernah dipergunakan oleh para orang tua atau para pengajar ketika masih anak-anak. Apakah produk baru tersebut baik untuk anak? Atau apakah produk tersebut malah membawa dampak buruk bagi anak? Jawabannya belum tentu sedangkan dunia akan terus menghasilkan produk-produk teknologi baru,” katanya.

Selain itu banyak orang tua atau pengajar yang menerapkan cara menghukum dan memberi hadiah (reward and punishment). Cara klasik itu sering disebut terbukti efektif menembus batas generasi.

“Namun sayangnya dalam praktek, yang memberi hukuman atau hadiah tidak mengetahui cara memberi hukuman/hadiah yang tepat, waktu memberi hukuman/hadiah yang tepat, dan bentuk hukuman/hadiah yang tepat. Sehingga akhirnya hasil yang didapatkan malah jauh dari harapan. Kasih sayang malah berujung pada pemanjaan. Dan peringatan menjadi kemarahan,” jelasnya.

Ia menjelaskan pendidikan anak adalah mutlak tanggung jawab dari orang tua. Dan mendidik anak seharusnya bukan asal didik tapi harus tepat. “Banyak praktisi yang telah membuktikan bahwa dengan cara mendidik yang tepat, sebenarnya keluarga yang harmonis dan bahagia bukanlah impian kosong,” kata Ayah Edy.

Menurutnya mendidik anak dengan tepat adalah dengan membangun pengertian dan kesadaran pada anak-anak sehingga mereka tidak selalu mengulang kesalahan yang sama.

Bagi orang tua atau pengajar, yang diperlukan untuk membangun keluarga selain kasih sayang dan tanggung jawab adalah semangat untuk belajar dan berubah ke arah yang lebih baik demi keluarga,

Tentang alenmarlis

i am as education curriculum developers team
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s