GURU ANTARA IDEALITA DAN REALITA

Omar Bakri, Omar Bakri 50 tahun mengabdi , jadi Guru jujur berbakti memang makan hati , Omar Bakri , Omar bakri , ciptakan Mentri ,Omar Bakri , Omar Bakri, jadi profesor, Doktor , Insinyur pun jadi , Omar bakri , Omar bakri ,bikin otak orang seperti otak Habibi , tapi mengapa gaji Guru Omar bakri dikebiri oleh Mentri – Mentri , sampai Guru jadi anak tiri.

Menurut Joumal Education Leadership , ada lima ukuran seorang Guru itu dinyatakan profesional ; memiliki komitmen pada peserta didik dan proses belajarnya ; secara mendalam menguasai bahan ajar dan cara mengajarkannya ; bertanggung jawab memantau kemampuan belajar peserta didik melalui berbagai tehnik evaluasi ; mampu berfikir sitematis dalam melakukan tugasnya dan seyogyanya menjadi bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya ;
Sedangkan malcolm Allerd, mengatakan bahwa selain kelima aspek itu, sifat dan kepribadian seorang Guru yang amat penting artinya bagi proses pembelajaran adalah adaptabilitas , entusiasme , kepercayaan diri , ketelitian , empati dan kerjasama yang baik.
Guru juga dituntut mereformasi pendidikan, di antaranya dengan bagaimana memanfaatkan semaksimal mungkin sumber – sumber belajar di luar sekolah, perombakan secara struktural hubungan antara Guru dan peserta didik seperti layaknya hubungan pertemanan, penggunaan teknologi modern dan penguasaan iptek, kerjasama dengan teman sejawat antara sekolah serta kerjasama dengan komonitas lingkungannya.
Sketsa di atas menunjukkan betapa tingginya tuntutan profesionalisme seorang Guru . Dapat dipastikan dengan tingkat penghasilan seperti sekarang ini , para Guru mustahil mengikuti tuntutan tersebut. Kalau kita percaya pada Abraham Maskow bahwa kebutuhan utama seorang manusia adalah survival biologis, maka seorang Guru juga akan mengutamakan keberlangsungan hidupnya, ketimbang memikirkan profesionalismenya. Hal tertsebut menyebabkan kontradiksi antara idealita dengan realita seorang Guru.
Padahal Brant, mengatakan bahwa hampir seluruh upaya reformasi pendidikan, seperti pembaruan kurikulum, pelaksanaan metode mengajar dan sebagainya , amat tergantung pada Guru.
Pertanyaannya sekarang , bagaimana mereka bisa profesional kalau kondisi mereka seperi sekarang ini ? apalagi kalangan DPR dan sejumlah pejabat pajak ramai – ramai mengambil keuntungan pribadi masing – masing demi anak istri, yang mengejutkan lagi DPR ingin membangun gedung dengan nominal 1,8 trilyun, alangkah indahnya melihat kebelakang, masih banyak gedung sekolah maupun anak putus sekolah yang harus dibantu ,dan dibiayai , apalagi pemerintah sudah mencanangkan th 2010 wajib dikdas 12 th.
adalah suatu ironi kalau kita terlanjur mengatakan Guru adalah jabatan profesional, tetapi perlakuan kepadanya jauh dari itu. Kalau kita sudah terlanjur mengatakan bahwa Guru adalah jabatan profesional maka mereka harus diperlakukan secara profesional pula.
Guru adalah pahlwan tanpa tanda jasa , tapi banyak manusia bisa jadi karena Guru. Untuk itu kepada Bapak Presiden beserta stafnya, mohon sangat dengan hormat kesejahteraan Guru perlu direalisasi Rencana Pemerintah tahun ini menaikakan disesuai8kan berdasarkan golongan :
Yaitu Gol I =Rp. 3.250.000.
Gol II = Rp. 4.750.000.
Gol III = Rp. 6.225.000.
Gol IV = Rp. 6.350.000.
Dengan kata lain, sekarang ini kreativitas Guru bukannya tertuang dalam bagaimana meningkatkan profesionalitas pekerjaan , melainkan bagaimana mencari atau mencipta ” obyekan ” di luar sekolah agar menambah penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Tentang alenmarlis

i am as education curriculum developers team
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s