PROGRAM PANGKALAN DATA PENDIDIKAN JASMANI,OLAHRAGA,DAN KESEHATAN

Teori Olahraga
Untuk dapat melihat gambaran tentang kondisi pendidikan jasmani dan olahraga Indonesia perlu dipahami kondisi pembangunan olahraga nasional secara ilmiah, dengan beberapa teori yang mendukung dalam melakukan analisis tentang kondisi pendidikan jasmani dan olahraga Indonesia, sebagai berikut.

a. Olahraga sebagai Suatu Kebutuhan
Olahraga telah menjadi fenomena global dengan diakui kedudukannya oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)
sebagai instrumen pembangunan dan perdamaian. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia juga memandang
penting pembangunan olahraga karena olahraga diyakini merupakan wahana yang strategis dan efektif dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk membentuk watak dan karakter bangsa (nation and
character building). Sehubungan dengan hal tersebut pembinaan dan pengembangan olahraga perlu terus
ditingkatkan secara terarah, sistematis, dan berkesinambungan agar selaras dengan tujuan pembangunan
nasional khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat (Mutohir, 2005: 31).

World Conference On Education and Sports for Culture of Peace (I0C, Juli 1999), menyebutkan bahwa:

a. Olahraga adalah suatu sekolah kehidupan dan dapat menjadi sekolah perdamaian.

b. Olahraga dapat membangun jembatan perdamaian di antara orang-orang dan ras.

c. Olahraga adalah hak asasi manusia seperti hak pendidikan, hak untuk identitas dan lainnya.

d. Olahraga adalah alat yang baik untuk memperkenalkan kebiasaan dari kehormatan.

Pendidikan dan olahraga dapat memainkan peran kunci dalam menghadapi pengecualian, rasisme, diskriminasi dari individu dan kelompok karena perbedaan latar belakang budaya, agama, politik, ekonomi dan penyandang cacat dan perempuan. Olahraga dapat berbicara dengan bahasa universal, dan menjadi suatu model peran untuk pembangunan dalam masyarakat secara umum.

Olahraga memiliki potensi untuk memberikan kesempatan partisipasi bagi semua–tanpa diskriminasi dari apapun, tidak hanya dalam dunia olahraga tetapi juga sebagai suatu model percontohan untuk menghormati keberagaman dan untuk bermain terhadap aturan dalam masyarakat secara umum. Olahraga dalam bahasa universal menjadi bentuk komunikasi yang lebih tinggi dan mengikat untuk bersama di dalam suatu keluarga global. Berdasarkan idealisme olimpiade, “Olahraga menjadi pengaruh budaya, suatu bantuan terhadap pendidikan dan kesehatan, pembela besar bagi keperluan lingkungan dari dunia saat ini dan benteng pertahanan bagi perdamaian”.

Hasil dari World Conference On Education and Sport for Culture of Peace, 1999, menyebutkan: “Olahraga dalam berbagai dimensinya adalah esensial bagi martabat manusia karena dapat mengembangkan kepribadian manusia seutuhnya. Olahraga juga berarti komunikasi sosial dan melalui olahraga persatuan nasional dapat ditingkatkan.”

Olahraga merupakan sebuah hak mendasar bagi manusia untuk memperoleh kesehatan jasmaninya. “Berlatih olahraga adalah hak asasi manusia”, karenanya merupakan kewajiban negara untuk menyediakan fasilitas yang mendukung bagi kegiatan tersebut. Adanya akses kepada pendidikan jasmani untuk memastikan kemungkinan partisipasi positif dan aktif dalam kehidupan olahraga bagi seluruh penduduk. Hak manusia untuk berolahraga melalui aktifitas rekreasi dan hak asasi untuk mengambil bagian dalam kehidupan budaya dan suatu entitas budaya.

ARTIKEL
PERENCANAAN KURIKULUM Pengembangan Pendidikan Jasmani yang tepat berdasarkan tiga prinsip :
1. Pengembangan ketrampilan gerak yang sesuai usia
2. Pengembangan ketrampilan gerak untuk anak-anak.
3. Variasi pengembangan gerak Selengkapanya Sudah berolahraga dengan rutin ?
Jika Anda sudah melakukannya, pasti sudah banyak pula manfaat yang Anda rasakan selama ini. Baik yang dapat
dirasakan secara langsung, maupun yang Anda alami dalam jenjang waktu tertentu. Semua manfaat tersebut,
merefleksik Selengkapanya

Teori Penjasorkes (pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan )
Hal ini sesuai dengan Konferensi Internasional Olahraga dan Pendidikan, yang diproklamirkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa Tahun 2005 adalah Tahun Olahraga dan Pendidikan Jasmani.
Hasil Konferensi Pendidikan dan Olahraga yang digagas oleh PBB di Bangkok, Thailand, pada tanggal 30 Oktober—2 November 2005 menghasilkan beberapa agenda, sebagai berikut

1. Pentingnya penjasor merupakan suatu latihan dan rekreasi yang juga elemen penting pada perkembangan
manusia secara nasional. Oleh karena itu, peningkatan penjasor sangat dibutuh-kan melalui program di sekolah;

2. Penjasor merupakan satu integritas dalam pengembangan pendidikan dan dijadikan sebagai prioritas nasional;

3. Merupakan suatu kewajiban untuk menyelenggarakan kurikulum penjasor minimum 120 menit/minggu atau 180
menit/minggu untuk jangka panjangnya dan lain sebagainya.

4. Masyarakat, pemerintah, stakeholder bertanggungjawab dalam penyediaaan fasilitas olahraga untuk
kepentingan masyarakat umum.

5. Konferensi bangkok mengajak seluruh negara untuk memulai merencanakan strategi 10 tahun kedepan,
dimulai pada tahun 2006 demi tercapainya kualitas pendidikan jasmani dan olahraga dengan dua tahapan 5
tahunan.

6. Dalam proses identifikasi strategi nasional dan rencana pengembangan diperlukan penelitian yang mendalam,
ilmu untuk mempelajari rencana strategi tentang outcome yang jelas, dan monitoring sistem evaluasi.

7. Strategi nasional harus diimplementasikan oleh pihak-pihak terkait: baik pihak sekolah; perguruan tinggi yang
memiliki pendidikan jasmani dan olahraga; asosiasi-asosiasi profesional baik lokal, nasional, dan
internasional.

8. Ruang lingkup strategi nasional meliputi pendidikan dasar dan lanjutan baik formal maupun nonformal dengan
mempersiapkan program pendidikan jasmani dan olahraga secara profesional termasuk anak-anak sampai
dengan mahasiswa/kawula muda.

9. Kontribusi pendidikan jasmani dan olahraga merupakan tujuan perkembangan masa milenium yang tertuju
pada kemiskinan, pendidikan dasar, persamaan gender, kesehatan, dan strategi nasional.

10. Mempersiapkan guru pendidikan jasmani dan olahraga merupakan topik penting dalam strategi nasional. Oleh
karena itu, fokus tertuju pada disiplin ilmu, profesionalisme berbasis sekolah, pemahaman mendalam terhadap
isu-isu (misalnya: gender, etnik, ketidak mampuan/kelemahan pada siswa,dll)

11. PBB mendukung kepada setiap negara untuk mengimplemen-tasikan strategi nasionalnya.

12. PBB bertanggung jawab atas tahun internasional pendidikan jasmani dan olahraga, dan hasil dari agenda
bangkok yang dapat dibawa pada forum internasioanl PBB.

PBB menganggap penjasor penting karena dapat mendukung bagi pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) di bidang kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan. Dalam hal ini penjasor dapat menjadi instrumen yang efektif bagi penanggulangan dan pening-katan secara tidak langsung masalah kesehatan dan kemiskinan. Misalnya, olahraga dapat menyumbang/berpengaruh kepada mening-katnya kebugaran masyarakat.

Di sekolah/satuan pendidikan, penjasor berperan penting, hal ini terkait dari dua hal, yakni: Sisi pendidikan jasmani yang mengarah kepada aspek edukatif dan sisi olahraga yang mengarah kepada aspek prestasi. Kedua hal ini merupakan hal yang inheren dalam penjasor, karena disitulah ditempa pribadi peserta didik yang memiliki jasmaniah dan rohaniah yang sehat, segar, dan sekaligus memungkinkan untuk prestasi, tentu saja termasuk prestasi di bidang olahraga.

Penjasor merupakan pilar dalam membangun tingkat kebugaran (kesehatan dan kesegaran), karena dimensi gerak sebagai aktivitas utamanya memiliki implikasi nyata bagi penumbuhan kesehatan individu/kelompok/masyarakat. Dengan demikian penjasor dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga tercapai manusia Indonesia yang sehat . Sehat dalam konteks ini mengacu kepada definisi sehat dari World Health Organization (WHO) yakni: “Holistic health extends the physical, mental, and social aspects of the definition to include intellectual and spiritual dimentions”.

Di sisi lain, penjasor pada satuan pendidikan menjadi penting, terutama jika dikaitkan dengan proses pembibitan dan pembinaan dalam rangka peningkatan prestasi olahraga. Melalui sataun pendidikan ini jenjang-jenjang pembibitan dan pembinaan tersebut akan terukur, sistematis, dan terfokus. Hal itu penting diperhatikan karena melahirkan juara dalam cabang olahraga tersebut membutuhkan pembinaan yang berjenjang dan memerlukan waktu yang cukup lama yang tak kurang dari 8–10 tahun. Jika pembibitan dan pembinaan dilakukan sejak usia dini, yakni sejak usia sekolah dasar secara konsisten dan terencana, bukan hal yang mustahil dapat lahir olahragawan-olahragawan terbaik pada cabang-cabang olahraga tersebut.

Adapun ruang lingkup olahraga pendidikan dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem
Keolahragaan Nasional (SKN) Pasal 18 adalah sebagai berikut :
(1) Olahraga pendidikan diselenggarakan sebagai bagian proses pendidikan.

(2) Olahraga pendidikan dilaksanakan baik pada jalur pendidikan formal maupun nonformal melalui kegiatan
intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.

(3) Olahraga pendidikan dimulai pada usia dini.

(4) Olahraga pendidikan pada jalur pendidikan formal dilaksanakan pada setiap jenjang pendidikan.

(5) Olahraga pendidikan pada jalur pendidikan nonformal dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.

(6) Olahraga pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dibimbing oleh guru/dosen olahraga dan
dapat dibantu oleh tenaga keolahragaan yang disiapkan oleh setiap satuan pendidikan.

(7) Setiap satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) berkewajiban menyiapkan sarana dan prasarana
olahraga pendidikan sesuai dengan tingkat kebutuhan.

(8) Setiap satuan pendidikan dapat melakukan kejuaraan olahraga sesuai dengan taraf pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik secara berkala antarsatuan pendidikan yang setingkat.

(9) Kejuaraan olahraga antarsatuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) dapat dilanjutkan pada tingkat
daerah, wilayah, nasional, dan internasional.

Selanjutnya Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Pendidikan (pasal 25), meliputi:

(1) Pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan dilaksanakan dan diarahkan sebagai satu kesatuan yang
sistemis dan berkesinambungan dengan sistem pendidikan nasional.

(2) Pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan dilaksanakan melalui proses pembelajaran yang dilakukan
oleh guru/dosen olahraga yang berkualifikasi dan memiliki sertifikat kompetensi serta didukung prasarana dan
sarana olahraga yang memadai.

(3) Pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan pada semua jenjang pendidikan memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan olahraga sesuai dengan bakat dan minat.

(4) Pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan dilaksanakan dengan memperhatikan potensi, kemampuan,
minat, dan bakat peserta didik secara menyeluruh, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

(5) Pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan secara
teratur, bertahap, dan berkesinambungan dengan memperhatikan taraf pertumbuhan dan perkembangan peserta
didik.

(6) Untuk menumbuhkembangkan prestasi olahraga di lembaga pendidikan, pada setiap jalur pendidikan dapat
dibentuk unit kegiatan olahraga, kelas olahraga, pusat pembinaan dan pelatihan, sekolah olahraga, serta
diselenggarakannya kompetisi olahraga yang berjenjang dan berkelanjutan.

(7) Unit kegiatan olahraga, kelas olahraga, pusat pembinaan dan pelatihan, atau sekolah olahraga sebagaimana
dimaksud pada ayat (6) disertai pelatih atau pembimbing olahraga yang memiliki sertifikat kompetensi dari
induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan dan/atau instansi pemerintah.

(8) Pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan dapat memanfaatkan olahraga rekreasi yang bersifat
tradisional sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran.

Iklan

Tentang alenmarlis

i am as education curriculum developers team
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s