PARADIGMA PENJASORKES

MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN JASMANI
OLAHRAGA DAN KESEHATAN

 


Untuk
SEKOLAH MENENGAH ATAS ,KEJURUAN ,  PERTAMA / MTS

Disusun : Drs. ALEN MARLIS

BANYAK GURU OLAHRAGA SMA MEMBERIKAN MATERI PEMBELAJARAN TIDAK MENGACU PADA PERMEN 22 TH 2006 & MUATAN KURIKULUM,

Salah satu contoh Guru menyuruh peserta didik membuat PTK dan Makalah

PARADIGMA BARU

Istilah Penjas Orkes dalam KTSP mempunyai pengertian sebagai berikut :

Penjas > Mencerminkan proses pembelajaran yang
mengedepankan kebugaran jasmani peserta didik,
bukan merupakan kecabangan ( Skill Oriented ).

Olahraga > Mencerminkan target pencapaian prestasi peserta
didik yang bisa dikembangkan melalui kegiatan
pengembangan diri/ ekstra kurikuler.

Kesehatan > Mencerminkan penampilan / performance dan
perilaku hidup sehat peserta didik dalam
kehidupan sehari – hari.

PENJAS ORKES DISEKOLAH
UNTUK
PRESTASI ATAU KEBUGARAN ?


CATATAN :
Berdasarkan Undang –Undang RI No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistim Keolahragaan Nasional ( SKN ) Pasal 1 ayat 11 menyatakan : Bahwa Pendidikan JasmaniOlahraga dan Kesehatan dilaksanakan sebagai bagian dari proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan,Kepribadian,Ketrampilan, kesehatan dan Kebugaran jasmani. artinya selain aspek fisik,masih ada target lain yang harus dicapai. yaitu > Pengetahuan , Kepribadian, Ketrampilan, dan kesehatan.para ahli telah membuktikan bahwa hanya Guru Penjas orkes berkomponen yang mampu mewujudkan fungsi ideal Penjasorkes disekolah. untuk pemenuhan kebutuhan Guru,sarana dan prasarana,serta kegiatan lomba kegiatan Pejasorkes disatuan pendidikan , Pasal 18 UU SKN Mengamanatkan pada setiap satuan Pendidikan untuk menyiapkan guru olahraga dan pembantunya,prasarana dan sarana olahraga pendidikan sesuai dengan tingkat kebutuhan,dan dapat melakukan kejuaraan olahraga sesuai dengan taraf pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara berkala antar satuan pendidikan setingkat.kejuaraan olahraga seperti Itu bisa dilanjutkan pada tingkat Daerah, Wilayah ,Nasional, dan Internasional. Anak didik yang diharapkan Guru Penjasorkes cukup bervariasi. Ada yang masih benci kegiatan berkeringat,ada yang berkebutuhan khusus,ada pula yang berbakat dibidang olahraga. Semua harus mendapat manfaat dari dalam mata pelajaran Penjasorkes . Mereka diharapkan menikmati hasil belajar mampu proses belajar yang berarti untuk mereka pada hari ini maupun masa depan,terutama peserta didik berbakat perlu diberi kegiatan intra yang sesuai dengan levelnya dan kegiatan ekstra yang memungkinkan dia bisa mewujudkan prestasinya. Depdiknas didalam renstra (rencana strategis) nya bertekad untuk mewujudkan insan indonesia yang cerdas,komprehensip dan kompetitif pada tahun 2025 khusus cerdas Kinestetis (kemampuan gerak / olahraga) akan dicapai melalui peningkatan kualitas jasmani
(Universitas Surabaya, SUROTO, PhD).
Ketiga istilah tersebut mengakomodir kualifikasi para Guru Pendidikan Jasmani yang berasal dari tiga jurusan / program studi yang berbeda di FKIK / FPOK / STO yaitu :

 Jurusan Pendididkan Olahraga dan Kesehatan / Orkes/ Dikjasor

 Jurusan Pendidikan Kepelatihan / Olahraga Kepelatihan

 Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekresai/ Olahraga Sosial/ Olahraga Kesehatan Rekreasi

Sehinggah apabila kualifikasi merupakan prasyarat sertifikasi Guru maka para lulusan ketiga jurusan diatas bisa diakui sesuai dengan jurusan masing – masing .

METODE PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI,
OLAH RAGA DAN KESEHATAN

1. DEMOSNTRASI : Peragaaan gerak langsung
Oleh pendidik

2. CAKUPAN ( INCLUSI) : Metode yang menceritakan
tentang tehnik gerakan secara
berangkai dan berurutan,
dimulai dari tehnik yang
termuda sampai mencapai
yang tersulit, sampai mencapai
hasil akhir yang sesuai

CONTOH : – Rangkaian gerak roll / berguling
– Rangkaian gerak passing ,menendang dsb.

3. PART AND WHOLE : Bagian per bagian utuk
keseluruhan

CONTOH :~ AQUATIK : ~ Dianjurkan :
~ Latihan gerakan tangan
~ Latihan gerakan napas
~ Setelah semua dilakukan baru
koordinasi gerakan.

4. RESIPROCAL ( TIMBAL BALIK ) ;
 Guru bukan merupakan satu-satunya nara sumber belajar.
 Guru bisa memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menjadi tutor sebaya bagi teman-temannya, utamanya dalam penyampaian materi motorik yang tidak dapat/ susah dilakukan oleh guru ( karena usia, postur tubuh dan sebagainya )
 Peserta didik bisa terlibat sebagai pengamat ( observer ) temannya yang sedang melakukan unjuk kerja (psikomotor)

5. BELAJAR TUNTAS
Metode ini mengkombinasikan beban pembelajaran dengan 1 x tatap muka diharapkan sudah tuntas penilaiannya, sehingga sudah dapat diperoleh hasil peserta didik yang termasuk kategori:
a. Remidial
b. Pengayaan

F. Umum
1. Apa itu kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ?
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan
dilaksanakan oleh masing – masing satuan pendidikan.
2. Apa keterkaitan antara Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBK) atau sering disebut ”Kurikulum 2004 ” dengan
KTSP ?
KBK merupakan suatu desain kurikulum yang
dikembangkang berdasarkan seperangkat kompetensi
tertentu, yang terdiri atas Standar Kompetensi
(SK),Kompetensi Dasar (KD), Indikator, dan Materi
Pembelajaran.
KTSP pada dasarnya KBK yang dikembangkan oleh satuan
pendidikan berdasarkan standar isi (SI) dan standar
kompetensi lulusan (SKL), SK dan KD yang terdapat dalam
SI merupakan penyempurnaan dari SK dan KD yang
terdapat pada KBK.
3. Kapan KTSP diberlakukan ?
Standar isi dan standar kopetensi lulusan yang kemudian
dioperasionalkan kedalam bentuk KTSP dapat
dilaksanakan mulai tahun pelajaran 2006/2007 dan
selambat – lambatnya pada tahun pelajaran 2009/2010.
Sekolah boleh belum melaksanakan KTSP pada tahun
pelajaran 2009/2010 dengannizin dari Menteri Pendidikan
nasional. Sekolah yang sudah melaksanakan uji coba KBK/
“Kurikulum 2004 “ secara menyeluruh dapat
melaksanakan KTSP secara serentak pada seluruh tingkat
kelas mulai tahun pelajaran 2006/2007
(Permen Diknas No.24 tahun 2006 pasal 2 ).
4. Kapan KTSP disusun oleh satuan pendidikan ?
KTSP disusun sebelum tahun pelajaran dimulai.
5. Siapa yang menyusun KTSP ?
KTSP disusun bersama – sama oleh guru, komite
sekolah/yayasan, konselor (guru BK/BP), dan narasumber,
dengan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota,
dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
6. Apa prinsip – prinsip pengembangan KTSP ?
KTSP dikembangkan berdasarkan pada SI dan SKL, dan
berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang
disusun oleh BSNP, serta meperhatikan pertimbangan
komite sekolah/ madrasah dengan prinsip – prinsip sebagai
berikut :
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentinan peserta didik dan lingkungannya.
b. Beragam dan terpadu, Beragam artinya KTSP disusun sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidkan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender.
Terpadu artnya ada keterkaitan antara muatan wajib, muatan lokal, dan pengembangan diri dalam KTSP.
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi, dan seni.
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan masa kini dan masa datang.
e. Menyeluruh dan berkesinambungan. Menyeluruh artinya KTSP mencaakup keseluruhan dimensi kompetensi dan bidang kajian keilmuan. Berkesinambungan artinya KTSP antar semua jenjang pendidikan berjemjang dan berkelanjutan.
f. Belajar sepanjang hayat.
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.

7. Berapa lama masa berlakukanya KTSP ?
KTSP berlaku selama masih sesuai dengan kebutuhan
pengembangan potensi peserta didik di satuan pendidikan
yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan datang
untuk memenuhi kepentingan lokal,nasional, dan tuntutan
global.

8. Dokumen utama apa saja yang digunakan sebagai acuan
dalam penyusunan KTSP ?
Dokumen utama yang digunakan sebagai acuan dalam
penyusunan KTSP
adalah PP No. 19 tahunm 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (SNP), Permen Diknas 22 tahun 2006 tentang SI,
Permen Diknas 23 tahun 2006 tentang SKL, dan Panduan/
Pedoman yang mendukung KTSP.

G. Komponen dan Kerangkah KTSP.

1. Apa komponen- komponen KTSP ?
Komponen – komponen KTSP adalah :
a. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan.
b. Struktur dan muatan kurikulum (berisi mata pelajaran, muatan lokal,Pengembangan diri, pengaturan beban pelajaran, kreteria ketunsan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan,pendidikan kecakapan hidup,pendidikan berbasis lokal dan global ).
c. Kalender pendidikan.
d. Lampiran – lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau Indikator ).

KTSP dapat disusun dengan kerangka berikut :

Bab 1 . Pendahuluan (yang berisi rasional, landasan, dan
tujuan ).

Bab 11. Tujuan Pendidikan Tingkat Saatuan Pendidikan
(yang beriasi Visi, misi, dan tujuan ).

Bab 111. Struktur dan muatan Kurikulum.

Bab 1V. Kalender Pendidikan.

Bab V. Penutup.

Laampiran – lampiran (yaitu program tahunan , program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, msalnya pemetaan KD atau Indikator

H. Pendahuluan ( Rasional, Landasan, Tujuan )
Rasional.
1. Mengapa harus KTSP ?
KTSP merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan
desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benar-
benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi
peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa
sekarang dan yang akan datang dengan mempertimbangkan
kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global
dengan semangat manajemen berbasisi ekolah (MBS).
2. Aapakah KTSP satu sekolah boleh sama dengan KTSP
sekolah lain ?
Idealnya KTSP sekolah satu dengan lainnya tidak sama,
karena karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah satu
dan lainya berbeda- beda. Akan tetapi mengadaptasi model
KTSP yang tersedia dengan mempertimbangkan kebutuhan
dan potensi peserta didik serta kondisi sumber daya
pendidikan sekolah yang bersangkutan.

Landasan.
1. Apa Landasan pengembangan KTSP ?
Landasan pengembangan KTSP adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Praturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 taahun 2006 tentang standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengag, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2006 Standar Kompetensi lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nassional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, serta memperhatikan Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BSNP.

A. Tujuan .
1. Apa tujuan penyusunan KTSP ?
KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

B. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
1. Tujuan Satuan pendidikan harus berorientasi pada
tujuan pendidikan dasar, visi, dan misi sekolah.

C. Tujuan Pendidikan Dasar
1. Apa tujuan pendidika dasar ?
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia,
serta ketrampilan untuk mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut

D. VISI
Apa yang dimaksud dengan Visi sekolah ?
Visi sekolah adalah gambaran sekolah yang dicita-citakan
di masa depan Visi sekolah merupakan rumusan umum
mengenai keadaan yang diinginkan di masa yang akan
datang. Visi sekolah harus berorientasi pada tujuan
pendidikan dasar dan tujuan pendidikan nasional.
Contoh Visi sekolah Insan SMP yang cerdas dan kompetitif
2025 ”

E. Apa ciri-ciri visi sekolah ?
Visi mencerminkan profil dan cita-cita sekolah/madrasah
yang :
1. Berorientasi kedepan dengan memperhatikan potensi kekinian.
2. Sesuai dengan norma, nilai, dan harapan mesyarakat.
3. Ingin mencapai keunggulan.
4. Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah /madrasah.
5. Mendorong adanya perubahan yang lebih baik
6. Mengarahkan langkah-langkah strategis (is) sekolah /madrasah.

F. Siapa yang dilibatkan dalam perumusan visi ?

1. Warga sekolah (kepala sekolah, guru, komite
sekolah,pustakawan, laboran/teknisi ,tenaga
kependidikan lainnya, dan peserta didik )

G. Misi
1. Apa yang dimaksud dengan misi ?

Misi sekolah merupakan tindakan strategis yang akan
dilaksanakan Untuk mencapai visi sekolah.

2. Apa ciri-ciri misi sekolah ?

Misi seklah memiliki ciri-ciri :
a. Berbentuk layanan untuk memenuhi tuntutan visi.
b. Berupa rumusan tindakan sebagai arahan untuk mewujudkan visi. Contoh misi sekolah Melaksanakan pembelajaran efektif yang aktif,kreatif,dan menyenangkan.

3. Siapa yang dilibatkan dalam perumusan misi ?

Warga sekolah (kepala sekolah, guru, komite sekolah, pustakawan, laboran/teknisi, tenaga kependidikan lainnya,dan peserta didik )

H. Tujuan
1. Apa tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan ?

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan adalah
tahapan atas langkah untuk mewujudkan visi sekolah
dalam jangkah waktu tertentu.
2. Tujuan tingkat satuan pendidikan merupakan rumusan
mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu
tertentu.

3. Apa ciri-ciri tujuan tingkat satuan pendidikan ?

Tujuan satuan pendidkan memiliki ciri-ciri :
a. Sesuai dengan Visi.
b. Dapat diukur.
c. Terjangkau.
d. Contoh : Tujuan sekolah; ” Pada tahun pelajaran
2010-2011 sekolah mencapai rata-rata nilai
UN sekurang –kurangnya 8,0

I. Struktur dan Muatan Kurikulum

Struktur Kurikulum .
1. Apa yang dimaksud dengan Struktur Kurikulum ?

Struktur Kurikulum adalah pola dan susunan mata pe4lajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiataan pembelajaran.
Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.

2. Apa dasar dan ketentuan Struktur kurikulum ?

Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kopetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Kurikulum SMP/MTS memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri (lihat tabel di bawah).

b. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTS merupakan IPA terpadu dan IPS terpadu.

c. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.

d. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.

e. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran

*Muatan Kurikulum *
1. Apa isi muatan kurikulum ?
Muatan kurikulum meliputi mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kreteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan berbasisi keunggulan lokal dan global.

2. Jelaskan mata pelajaran dikelompokkan menjadi lima !
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
tehnologi.
c. Kelompok mata pelajaran estetika.
d. Kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani,olahraga,dan kesehatan.
3. Apakah maksud dari setiap kelompok mata pelajaran ?
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang
maha Esa sertra berakhlak mulia. Akhlak mulia
mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai
perwujudan dari pendidikan agama.
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan
kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak,
dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas
dirinya sebagai manusia..
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
tehnologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk
memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan
tehnologi serta mebudayakan berfikir ilmiah secara
kritis, kreatif, dan mandiri.
d. .Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk
meningkatkan sensitivitas, kemampuan
mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasi
keindahan dan harmoni.
e.Kelompok mata pelajaran pendidikan
jasmani,olahraga,dan kesehatan Pada SMP/MTs/SMPLB
dimaksudkan untuk meningkatkanpotensi fisik serta
membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.
4. Apakah maksud dari setiap kelompok mata pelajaran ?
A. .Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang maha Esa srta berakhlak mulia. Akhlak mulia
mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai
perwujudan dari pendidikan agama.

b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
dimaksud untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik
akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan
kualitas dirinya sebagai manusia.

c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tehologi pada
SMP/ MTs /SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi
dasar ilmu pengetahuan dan tehnologi serta membudayakan berfikir
ilmiah secara kritis, kreatif, dan
mandiri
d. Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan
sensitivitas, kemampuan mengekspresikan,dan kemampuan
mengapresiasi keindahan dan harmoni. e. Kelompok mata pelajaran
pendidikan jsamani,olahraga, dan kesehatan pada SMP / MTs /
SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta
membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

5. Apakah sekolah boleh menambah mata pelajaran ?
Boleh, sesuai dengan kekhasan daerah / satuan pendidikan
dan diselnggarakan sebagai mata pelajaran muatan lokal

Tentang alenmarlis

i am as education curriculum developers team
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s