SEKOLAH RSBI TIDAK PERLU MEMAKAI GURU EKSPATRIAT


SEKOLAH RINTISAN BERBASIS INTERNASIONAL (RSBI) PERLU MENGKAJI GURU ASING DENGAN APBS YANG ADA DITEMPAT MASING-MASING.

Alangkah baiknya, kata Nuh, anggaran yang digunakan untuk menggaji guru ekspatriat itu digunakan untuk mensubsidi peserta didik miskin supaya bisa masuk bersekolah di RSBI. “Apalagi aturan minimal 20 persen untuk kuota peserta didik miskin masih belum terlaksana,” kata dia. Dia juga mengaku sangat kecewa jika keberadaan guru ekspatriat ini hanya untuk gagah-gagahan, atau menjaga gengsi.

Sebagai gantinya, Nuh meminta sekolah berlabel RSBI untuk meningkatkan kualitas guru yang ada. Guru-guru yang dinilai potensial, kalau perlu dibantu dalam segi pembiayaan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.

Dengan demikian, sekolah bisa memiliki asset yang lebih bersifat jangka panjang. “Selain itu juga untuk pemberdayaan. Dan bisa menghemat anggaran,” katanya.

Sedangkan jika benar-benar perlu guru pendamping, guru tamu, atau tutor untuk pengayaan pelajaran tertentu, pihak sekolah bisa bekerjasama dengan pendidikan tinggi setempat. Nuh menjelaskan, di kampung-kampus banyak mahasiswa yang sudah jago disiplin ilmu tertentu.

Contohnya, jika mata pelajaran Kimia suatu saat membutuhkan tambahan pengayaan, tinggal meminta bantuan mahasiswa MIPA di sebuah perguruan tinggi. Tentunya, mahasiswa yang sudah direkomendasikan berprestasi oleh pihak kampus. Cara ini, kata Nuh, memiliki dua manfaat. Selain bisa menghemat pengeluaran sekolah, juga memberdayakan mahasiswa setempat.

Iklan

Tentang alenmarlis

i am as education curriculum developers team
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s