Temuan Prof.Syawal Gultom dilapangan tentang hasil Analisis K I dan K D dalam rancangan pembelajaran

                    Prof. Syawal Gultom

 Kepala Badan PSDM dan PMP Kemendikbud

Berdasarkan hasil pengamatan kita  dilapangan,  perlu pemahaman yang utuh  tentang kurikulum 2013

Temuan Prof.Syawal Gultom dilapangan tentang hasil Analisis   K I  dan   K D dalam rancangan pembelajaran sebagai berikut :

  • Dalam Proses Perancangan dan Pembelajaran Alur yang  digunakan adalah :

Bermula dari K i – 3 > K i -4 dan selanjutnya  memberikan dampak terhadap

terbentuknya K D pada K i -2 dan  K i -1.

  • Setelah K i- 3 dan K i-4 tuntas dianalisis , lalu diturunkan materi yang relevan dan rancangan scenario pembelajaran termasuk penugasan dan penilaian.
  • Berdassarkan aktivitas belajar dan penugasan tersebut dirancang  indikator KD pada K i-1 dan K i-2 diintegrasikan.
  • Mengapa urutan K i mulai dari
  • sikap spiritual ( Ki-1 ).
  • Sikap sosial (Ki-2 ) ,
  • pengetahuan ( Ki-3 ), dan
  • ketrampilan ( Ki-4 ) ?

(amati pembukaan UUD 45 , Pancasila , UU Sisidiknas).

  • Mengapa urutan perancangan dan pelaksanaan pembelajaran mulai dari Ki-3 menuju Ki-4  ?
  • Ketrampilan hanya dapat dibagun dengan hasil yang baik melalui  pengetahuan ( pelukis , penyanyi , olahragawan  pasti memiliki pengetahuan yang memadai tentang ketrampilan yang ditekuninya).
  • Ketrampilan yang tidak melalui proses pengetahuan (Ki-3) tidak akan menghasilkan karya yang baik.
  • Dalam proses perolehan pengetahuan dan ketrampilan sikap diintegrasikan sehingga seluruh mata pelajaran diorientasikan memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap.
  • Tidak berhenti pada pengetahuan tetapi berlanjut sampai pada ketrampilan dan pembentukan sikap.

Contoh  Bahasa Indonesia

  • Mulai dari KD kelompok Ki-3 >  memahami konvensi penulisan  karya  ilmiah.

indikator >

  • Memahami sturktur karya ilmiah.
  • Memahami ciri kebasaan karya ilmia
  • Memahami ciri isi karya ilmiah.
  • Mulai dari KD kelompok Ki-3 > memahami konvensi penulisan  karya  ilmiah.

indikator >

  • Memahami sturktur karya ilmiah.
  • Memahami ciri kebasaan karya ilmia
  • Memahami ciri isi karya ilmiah.
  • Karya yang memenuhi originalitas dilihat dari sumber yang digunakan atau diacu.
  • Mempertahankan dan menjelaskan karya ilmiah tersebut.
  • KD dari Ki-2 yang diintegrasikan :
  • Kejujuran , rasa ingin tahu , tanggung jawab, kritis , rasional.
  • Santun , empati , Peduli.

Contoh Matemetika

  • Mulai dari KD Ki-3 > Memahami sifat-sifat grafik fungsi eksponensial dan logaritma.

     Indkator  >

  • Membuktikan sifat.
  • Menurunkan sifat.
  • Menganalisis kecukupan dan keperluan grafik.
  • Menuju KD dari Ki-4 > Mamapu menggambar atau menyajikan grafik fungsi eksponensial dan logaritma.

Indikator >

  • Memnentukan titik potong.
  • Maksimum dan minimum.
  • Melukiskan grafik.
  • Membaca dan menerjemahkan sesuai sifat-sifatnya .
  • Menganalisis grafik untuk menentukan persamaan dan sebaliknya.
  • KD dari Ki-4 > Mampu menyelesaikan masalah nyata dengan dengan  menggunakan grafik funsi eksponensial dan logaritma

     Indikator >

  • Mamapu menggunakan grafik.untuk menentukan perkembangan bakteri.
  • Pertumbuhan penduduk.
  • Penentuan bunga uang.

KD Ki-2

  • Disiplin, tanggung jawab, kerjasama, kecermatan.

——————————————–“—————————————

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

                REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2013

                                            TENTANG

        STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

                                                  BAB I

                                          PENDAHULUAN

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.  Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Proses dikembangkan mengacu pada StandarKompetensi Lulusan dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005Tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan PeraturanPemerintahNomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan PemerintahNomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secarainteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan:

  1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
  1. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar Berbasis aneka sumber belajar;
  1. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
  1. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
  1. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
  1. daripembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju  pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
  1. daripembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
  1. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal  (hardskills) danketerampilan mental (softskills);
  1. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjanghayat;
  1. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam  proses pembelajaran (tut wuri handayani);
  1. pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
  1. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
  1. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
  1. Pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang Budaya  peserta didik.

Terkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.

Tentang alenmarlis

i am as education curriculum developers team
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s